Tentang Masjid Raya Korong Gadang

Masjid Raya Korong Gadang

SEJARAH MASJID RAYA KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI

 

Sejarah berdiri dan fungsi perjuangan

          Masjid pertama kali berdiri di Korong Gadang terletak di Jalan Raya Korong Gadang pada persimpangan jalan ke Durian Tigo Batang. Masjid ini berdiri pada masa penjajahan Belanda tahun 1812 dengan konstruksi bangunan dari kayu. Sejarah berdirinya masjid ini merupakan masjid tertua di Kecamatan Kuranji (Nagari Pauh IX) dengan nama Masjid Raya Korong Gadang.

          Berdasarkan informasi dan pengalaman orang tua terdahulu sebagai kesaksian warih bajawek, di masjid ini sebagai rumah ibadah juga fungsinya sebagai sejarah perjuangan sebelum dan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu surau kayu di sebelah Timur masjid merupakan markas pejuang tentara rakyat bernama Laskar Hisbullah. Pada tahun 1944, salah seorang orang tua daerah ini (dipanggil ayah) pernah tertembak bagian leher sebelah kanan di depan masjid ini oleh tentara Hisbullah saat datang untuk Shalat Subuh. Pada saat itu di Padang belum ada Rumah Sakit, beliau dibawa ke Sawah Lunto untuk mendapatkan pertolongan. Beliau wafat dalam perjalanan. 

Sejarah Bangunan Masjid

          Bangunan pertama masjid dibuat dari kayu dan diganti dengan bangunan permanen batu kali dan bata menggunakan bahan semen dari pabrik Semen Padang. Bangunan permanen ini didirikan pada tahun 1930-an dan selesai tahun 1941. Bangunan ini roboh akibat gempa bumi 8,7 SR pada hari Rabu tanggal 30 September 2009. Sebelumnya pada tanggal 24 Februari 2001 berdasarkan kesepakatan dalam rapat pengurus Masjid Raya Baitul Ihsan bersama Ninik Mamak, pemuda dan jamaah ditetapkan untuk mendirikan bangunan baru di sebelah Utara bangunan masjid lama. Bangunan baru ini mulai didirikan pada tanah wakaf dari kaum Azwir dan kaum Ermon yang diterima wakafnya oleh H. Mansor mewakili Ninik Mamak. Bangunan lama masjid roboh akibat gempa dan tidak layak digunakan, maka bangunan baru mulai digunakan pertama kali untuk Shalat Jumat pada tanggal 2 Oktober 2009 dengan kondisi bangunan masih terbengkalai.  

Perubahan Nama Masjid

          Berdasarkan sejarah awal berdirinya masjid ini diberi nama oleh orang tua dan Ninik Mamak terdahulu dengan nama Masjid Raya Korong Gadang. Pada tanggal 2 Mei 1984 dilakukan penggantian nama menjadi Mesjid Baitul Ihsan. Penggantian nama ini terjadi sejalan dengan tindak lanjut perubahan secara administratif dalam pemekaran Kotamdya Padang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 1980 tanggal 21 Maret 1980 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Padang. Berdasarkan PP No 17 tahun 1980 tersebut, Korong Gadang dalam Wilayah Nagari Pauh IX Kabupaten Padang Pariaman berubah menjadi wilayah Administratif Kecamatan Kuranji Kotamdya Padang. Berdasarkan Kebijakan Pemerintah Kotamadya Padang bahwa Masjid/Mushalla yang tergabung dalam wilayah pemekaran supaya mendirikan TPA/TPSA (Taman Pendidikan Alquran/Seni Baca Alquran) dan mendaftarkanya ke Pemerintahan Kotamadya Padang. Pada tahun 1983 melalui musyawarah Pengurus Masjid dan masyarakat untuk mendirikan TPA dan membentuk Pengurus TPA/TPSA. Setelah terbentuk kepengurusan TPA/TPSA didaftarkan ke pemerintah Kotamadya Padang dengan nama TPA/TPSA Baitul Ihsan dengan murid terdaftar sebanyak 181 orang (Laki-laki 87 orang + Perempuan 94 orang). Pada saat peresmian pendirian TPA/TPSA Baitul Ihsan tersebut segaligus pemakaian untuk nama Masjid menjadi Mesjid Baitul Ihsan. Setelah peresmian TPA/TPSA mulai bertambah jumlah murid yang belajar Alquran di Mesjid baitul Ihsan ini sampai mencapai lebih dari 300 orang, yang datang dari Taratak Paneh, Simpang Tigo dan Tampat Durian. Diantara murid yang pernah belajar di TPA/TPSA ini sebagai Qori dan Qoriah Kota Padang adalah Rosnida Darwis dan Mistion. Guru yang pertama kali mengajar di TPA/TPSA Baitul Ihsan adalah Baharudin, Mahlab Sufrah, Amli Munir dan Drs. Safrudin. Semarak belajar Alquran juga didukung oleh kegiatan pemuda/pemudi IPPKO Korong Gadang mengadakan perlombaan Musabaqah Tilawatil Alquran (MTQ) di Mesjid ini, baik tingkat Kecamatan maupun tingkat Kotamadya Padang.    

Pemakaian nama menjadi Mesjid Baitul Ihsan sejak awal telah muncul perdebatan/protes dan kecewa dari sebagian Ninik mamak, karena tanpa melalui proses musyawarah dengan mereka. Pada musyawarah tanggal 24 Februari 2001 dalam pembentukan Panitia Pembangunan Masjid baru, salah seorang mewakili Ninik Mamak secara tegas menyampaikan untuk kembali menggunakan nama Masjid Raya Korong Gadang dan dibentuk Panitia Pembangunan Masjid Raya Korong Gadang. Pada tanggal 25 Januari 2019 dalam pembentukan kongsi kematian di Mesjid Raya Baitul Ihsan juga disepakati membentuk Kongsi Kematian Masjid Raya Korong Gadang.

Dalam sejarah panjang melalui Masjid Raya korong Gadang banyak kegiatan di daerah ini terutama di bidang pendidikan dan dakwah. Setelah Kemerdekaan periode 1950-1960-an kegiatan pemuda/pemudi melalui Mesjid ini diantaranya Semarak Didikan Subuh, Orkes gambus dan Group Band. Periode 1980-an kegiatan Dakwah dan MTQ. Dalam bidang pendidikan tahun 1980-an juga berdiri Yayasan Baitul Ihsan yang tidak terafiliasi dengan Struktur Kepengurusan Mesjid Baitul Ihsan. Yayasan ini mengelola pendidikan Taman Kanak-kanak dan PAUD.

Kegiatan dakwah dan pendidikan di masjid ini tetap aktif dilakukan oleh pengurus bersama jamaah. Pengelolaan pendidikan Al Quran dilakukan melalui wadah TPQ/TQA Baitul Ihsan, dan dakwah pembinaan jamaah dikelola oleh Pengurus Masjid Raya Korong Gadang (Baitul Ihsan) Kecamatan Kuranji Padang. 

 

 

Berita & Pengumuman Masjid Raya Korong Gadang

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa  Pandemi Covid-19

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa Pandemi Covid-19

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ للهÙ..